Language:
  • iden

  • 13 Hal yang Perlu Diperhatikan Bikers Ketika Hujan

    banjir-jkt-2015-motor_ntmcpolri
    Posted by IWGHS Content | 23 Nov, 2015 | News,News Road Safety

    BANYAK hal yang perlu diwaspadai para pesepeda motor atau bikers ketika hujan. Bila memaksakan diri berkendara saat hujan setidaknya ada 13 hal yang perlu diperhatikan.

    Curah hujan yang mengguyur tubuh bisa mempengaruhi konsentrasi manakala pandangan terganggu dan mulai menggigilnya sekujur badan. Air yang membasahi badan, kaki, tangan, hingga wajah, tentu bukan perlu disiasati agar tidak memperburuk situasi.

    Idealnya, ketika hujan deras tidak memaksakan diri untuk melaju di atas si kuda besi. Jika terpaksa, sekali lagi, jika terpaksa, berikut ini 13 hal yang patut diperhatikan;

    1. Kondisi fisik prima
    Bermotor dalam kondisi fisik sakit, letih, lelah, atau seusai minum obat bakal mengganggu konsentrasi. Termasuk, mengurangi reflek dan kemampuan mengambil keputusan tepat ketika dalam kondisi kritis. Saat hujan turun, kondisi tersebut praktis bakal membuat tubuh menggigil. Jemari tangan dan kaki bisa keram, akhirnya, tidak bisa berkendara dengan baik.

    2. Jangan tergesa-gesa
    Para pesepeda motor ada kecenderungan memacu kendaraannya lebih cepat saat menjelang turun hujan. Berdalih agar tidak terguyur hujan atau untuk mencari tempat berteduh, ada yang memacu kendaraannya tergesa-gesa. Hal ini bisa saja memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan karena konsentrasi terganggu.

    3. Memakai jas hujan
    Jas hujan yang ideal sebaiknya tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala, hingga seluruh tubuh ketika bersepeda motor. Jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket bisa menjadi pilihan. Artinya, sebisa mungkin yang membuat tubuh rileks dan tidak tembus air. Selain itu, upayakan jas hujannya memiliki unsur yang bisa berpendar ketika terkena cahaya. Konsep ini bagian dari upaya terlihat dan melihat ketika berlalu lintas jalan.

    4. Memakai sepatu boot
    Sepatu berbentuk boot yakni yang menutupi bagian mata kaki serta terbuat dari bahan plastik, lebih melindungi jemari kaki dari rendaman air sehingga tidak kedinginan. Jika tidak menyiapkan sepatu boot, terpenting memakai sepatu ketimbang memakai sandal jepit atau tidak memakai alas kaki sama sekali.

    5. Kondisi ban prima
    Ban yang ulir luarnya masih cukup bagus akan berdaya cengkeram lebih baik di permukaan aspal. Karena itu, ban yang kembangnya sudah habis atau lazim disebut sudah botak, bakal menambah licin ketika bermotor. Terkait hal itu, juga diperhatikan tekanan angin ban agar dalam kondisi cukup. Tidak kempes maupun terlalu keras.

    6. Kondisi rem bagus
    Bermotor dalam kondisi jalan licin tentu saja membutuhkan tingkat dan teknik pengereman yang tepat agar tidak mudah tergelincir. Setidaknya, dengan kondisi rem yang kanvasnya masih bagus atau keseluruhan fungsi rem dalam keadaan bagus, mengurangi potensi kecelakaan akibat tergelincir oleh jalan yang licin.

    7. Lampu-lampu menyala
    Lampu-lampu di sepeda motor agar dalam kondisi berfungsi atau menyala dengan baik. Mulai dari lampu utama, lampu rem, hingga lampu isyarat (sign). Dalam kondisi hujan, cahaya lampu utama membantu pengguna jalan lainnya untuk mengetahui kehadiran pemotor.

    banjir jkt 2015 motor_ntmcpolri

    8. Waspada genangan air
    Genangan air di jalan sulit diterka. Apakah dibawahnya ada lubang besar? Lubang kecil? Karena itu, sebisa mungkin ketika melihat genangan air yang mencurigakan ada lubang besar di bawahnya, untuk dihindari. Jika terpaksa, perlambat laju motor. Hal ini untuk menghindari pemotor terperosok dan risiko lebih fatal lainnya.

    9. Hindari gundukan tanah di jalan
    Timbunan tanah yang kena air hujan bisa menambah licin permukaan aspal. Karena itu, hindari melintas di atasnya atau melaju jangan terlalu cepat serta tidak melakukan pengereman mendadak. Risiko tergelincir bisa lebih besar. Kewaspadaan dan konsentrasi penuh menjadi mutlak.

    10. Hindari penutup wajah
    Bila memakai membuka kaca helm sehingga air hujan masuk, hindari memakai penutup wajah yang menutupi hidung. Kain basah yang menutup hidung mengganggu pernafasan.

    11. Dokumen dan ponsel diamankan
    Dokumen seperti SIM, STNK, atau kartu ATM dan kartu kredit yang ada didompet serta ponsel sebisa mungkin tidak terkena air hujan. Masukan dalam plastik atau bungkus yang rapat di dalam tas. Tas ransel bagi pemotor biasanya memiliki lapisan pelindung yang bisa dibeli terpisah atau menyatu di tas ransel tertentu.

    12. Helm anti embun
    Helm jenis ini memiliki kaca khusus yang bebas dari risiko terjadinya embun akibat nafas di dalam helm. Ada jenis helm tertentu yang kacanya juga tidak menimbulkan butiran air sehingga pandangan tetap jernih. Sifatnya tambahan semata, terpenting memakai helm yang memiliki kaca di bagian wajah sehingga muka dan mata tidak pedih terkena air hujan.

    13. Berteduh yang aman
    Ini dia, berteduh. Hujan deras jangan memaksakan diri bermotor. Berteduh juga harus memilih tempat yang aman. Termasuk tidak mengganggu pengguna jalan lain. Saat berteduh, pastikan kendaraan kita dalam kondisi terkunci.

    Ke-13 hal diatas sebagian besar atas pengalaman pribadi saya ketika memaksakan diri berkendara di tengah hujan. Bisa jadi ada hal penting lain yang mesti diperhatikan pesepeda motor ketika hujan tiba.(edo rusyanto)

    foto: dok pribadi dan ntmcpolri

    Subscribe to our newsletter

    FOLLOW US ON SOCIAL MEDIA