Language:
  • iden

  • Tahun 2014, setiap hari ada sekitar 263 kasus kecelakaan di seluruh Indonesia. Sedikitnya rata-rata korban tewas mencapai 78 orang per hari. (*Sumber data Korlantas Polri)

    Sepanjang 2010-2014 sedikitnya 157 ribu anak di bawah umur menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu, sedikitnya 25 ribu anak di bawah umur menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas. (*Sumber data Korlantas Polri)

    Data Korlantas Polri menyebutkan, setidaknya setiap hari ada enam kasus kecelakaan akibat mengantuk. Artinya setiap empat jam terjadi satu kecelakaan akibat mengantuk.

    Sepanjang 2011 hingga 2013 kontribusi kecelakaan yang dipicu rasa kantuk melonjak sekitar 693% alias hampir 700%.

    Sepanjang enam bulan pertama 2015, sekitar 75% kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor, baik sebagai korban maupun pemicu kecelakaan. Sepanjang enam bulan pertama 2015, setiap hari rata-rata 268 sepeda motor yang terlibat kecelakaan lalu lintas. Dua dari sepuluh kecelakaan dipicu faktor ngebut. 58% Pelaku kecelakaan tidak memiliki SIM (*Sumber data semester pertama 2015 Korlantas Polri).

    Kecelakaan yang dipicu oleh aktifitas berponsel, khususnya sambil menelepon melonjak drastis. Data Korlantas Polri memperlihatkan, pada semester pertama 2015, lonjakannya mencapai sekitar 124% bila dibandingkan dengan periode sama 2014. Sepanjang enam bulan pertama 2015, kasus kecelakaan yang dipicu oleh aktifitas menelepon tercatat sekitar 130 kejadian.

    Dalam rentang 2010-2015, jumlah anak-anak usia 0-15 tahun yang menjadi korban kecelakaan di jalan mencapai sekitar 176 ribu. Mereka ada yang menderita luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia. Setiap hari rata-rata ada sekitar 85 anak yang menjadi korban kecelakaan di jalan. (*Sumber data Korlantas Polri hingga semester pertama 2015).

    Kecelakaan membawa dampak cukup signifikan bagi Indonesia. Sepuluh tahun terakhir, sekitar 230 ribu korban jiwa akibat kecelakaan di jalan. Sedangkan kerugian langsung dan tidak langsung menyentuh angka Rp 200 triliun per tahun.

    Setiap hari rata-rata terjadi 42 kecelakaan tabrak lari. Dan sekitar 12 jiwa tewas tiap hari akibat tabrak lari. (*Sumber data Korlantas Polri semester pertama 2015).

    Di Indonesia, merujuk data pada 2010, loss productivity dari korban dan kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai 2,9 – 3,1% dari total produk domestik bruto (PDB), atau setara dengan Rp 205–220 triliun dengan total PDB mencapai Rp7.000 triliun.

    Helm bagi pesepeda motor bermanfaat untuk mengurangi risiko saat bersepeda motor. Memakai helm standard dengan kualitas baik bisa mengurangi risiko kematian sebesar 40%. Selain itu, helm juga bisa mereduksi risiko cedera serius lebih dari 70%. (*Sumber data WHO)

    WHO dalam laporan bertajuk ‘Global Status Report on Road Safety 2013’ menyebutkan, di Eropa, cedera kepala berkontribusi sekitar75% terhadap kematian para pesepeda motor. Sedangkan di negara-negara tertinggal dan berkembang, diperkirakan hingga 88%.

    Di dunia, korban tewas dari kalangan pesepeda motor mencapai sekitar 287 ribu jiwa per tahun. Angka itu setara dengan 788 orang per hari atau sekitar 33 orang per jam. Sedangkan dari kalangan pedestrian sekitar 275 ribu orang dan korban dari pesepeda kayuh yang tercatat WHO sekitar 753 orang per hari atau setara 31 jiwa per jam.

    Kecelakaan lalu lintas jalan menjadi pemicu kematian non-penyakit yang mematikan. Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperkirakan, pada 2030, jika tidak ada aksi yang signifikan, kecelakaan lalu lintas di jalan bakal menjadi penyebab kematian nomor lima di dunia setelah penyakit jantung, stroke, paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan.

    WHO menyebutkan kecelakaan lalu lintas di jalan merenggut sekitar 1,24 juta jiwa di dunia.

    Subscribe to our newsletter

    FOLLOW US ON SOCIAL MEDIA